Yogyakarta, Kota Paling Mudah Mendirikan Usaha

Yogyakarta, Kota Paling Mudah Mendirikan Usaha - Yogyakarta ternyata menjadi kota paling mudah dalam hal proses mendirikan usaha dibandingkan 20 kota lainnya di Tanah Air. Mengapa demikian? Ini karena lamanya pengurusan mendirikan usaha yang hanya diproses selama 29 hari dengan biaya 18,5 persen dari pendapatan per kapita untuk menjalankan delapan persyaratan di kota pelajar itu.

Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian International Finance Corporation (IFC) World Bank yang membandingkan kebijakan usaha 20 kota di Indonesia dan 183 perekonomian dunia.

Sementara Manado, menjadi kota tersulit untuk mendapatkan izin usaha yakni membutuhkan 34 hari untuk proses mendirikan usaha dengan biaya 30,8 persen dari 11 prosedur yang diterapkan.

"Tidak ada satu pun yang mengungguli kota lainnya di semua indikator," kata Direktur Global Indicators and Analysis Department Bank Dunia Augusto Lopez-Claros, dalam laporan Doing Bussiness di Indonesia 2012, di kantor Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM), Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Menurut data yang dirilis IFC, dalam indikator mendirikan usaha jumlah prosedur untuk memulai secara resmi berkisar antara delapan sampai 11 prosedur. Di mana tujuh prosedur merupakan persyaratan yang didasari atas peraturan ditingkat pusat.

Sedangkan dari pendaftaran, bidang properti membutuhkan enam prosedur yang sama di seluruh 18 kota yang disurvei dengan pengecualian di Batam dan Semarang.

Maka dari itu, Bank Dunia menyimpulkan yang didapatkan bahwa praktek penerapan di daerah dan tingkat efisiensi administrasi di daerah yang berbeda telah memicu perbedaan yang besar dari segi waktu dan biaya di seluruh kota.

"Sehingga ketika seorang pengusaha di Batam dan Surakarta harus menunggu selama dua bulan untuk memindahkan hak atas tanah dan propertinya, dia sebenarnya dapat melakukan hal yang sama hanya dalam waktu kurang dari dua minggu di Manado," ungkapnya.

Sekadar informasi, saat ini rata-rata waktu mendirikan usaha dan mengurus izin mendirikan bangunan telah dikurangi sebanyak 25 persen dibandingkan posisi 2010 lalu.

read more

Sandiaga Uno, Berlari Sambil Membantu

Sandiaga Uno, Berlari Sambil Membantu - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan lari maraton sebagai kepedulian dalam pengembangan usaha kecil menengah (UKM). Kegiatan lari marathon ini merupakan bagian dari acara "Berlari untuk Berbagi (BuB)".

"Program ini utamanya ditujukan bagi UMKM. Saya banyak belihat banyak sekali para pedagang kaki lima (PKL) yang diusir oleh trantib. Maka dari itu dengan adanya program ini saya berharap bisa membantu mereka," kata Sandiaga ketika ditemui dalam konferensi pers Berlari untuk Berbagi (BuB), di Driving Range, Senayan, Jakarta, Minggu 8 April 2012.

Pengusaha muda sekaligus pemilik Saratoga Group ini mengatakan, berlari adalah olahraga yang paling sederhana dan tidak membutuhkan persiapan yang banyak. Olahraga ini dapat dilakukan oleh semua kalangan sehingga dia memilih olah raga ini untuk membantu pengusaha UMKM itu.

Dia menuturkan, kepeduliannya ini berawal ketika pada 2000 lalu, ketika Sandiaga Uno berlari di pagi hari, dia melihat banyak pedagang-pedagang kecil yang sudah berjualan sejak subuh. Kemudian, dia sering bercakap-cakap dengan mereka untuk mengetahui lebih jauh tentang usahanya itu. UKM itu, lanjut Sandi, sering ditertibkan oleh petugas karena mereka tidak memiliki akses pendanaan.

"Ketika berlari banyak yang harus kita bantu, anak jalanan, UKM, mereka bisa jadi aset bangsa. Saya lihat perjuangan pagi-pagi, mereka tak bisa naik kelas, selalu mentok di level tertentu. Kalau mereka tak kita bantu, mereka jadi beban bagi bangsa. Ini program yang simpel, hobi lari di gabungkan dengan charity," ujarnya.

Dia menuturkan, program BuB itu merupakan rangkaian latihan terakhir menjelang diselenggarakannya marathon pada 15 April di Paris, Perancis, dan 22 April di Denpasar, Bali.

Dalam program ini, Sandi menggandeng The Learning Farm untuk bekerjasama dalam satu misi meningkatkan kesejahteraan hidup para pemuda prasejahtera di Indonesia.

Yayasan ini bertujuan untuk membekali pemuda Indonesia agar menjadi lebih mandiri secara ekonomi, serta mampu menjadi anggota masyarakat yang lebih produktif melalu pembelajaran pertanian organik, pengembangan usaha, dan keterampilan hidup lainnya.

Sebagai informasi, pagi ini Sandiaga Uno beserta 26 peserta lainnya melakukan latihan lari maraton dengan menelusuri rute Senayan-Monas-Senayan. Program BuB merupakan program amal yang diprakarsai oleh Sandiaga Uno sejak 2009. Program tersebut diwujudkan dengan mengikuti lomba lari marathon setiap tahun di mana pada setiap kilometer yang ditempuh, dia menawarkan kepada individu dan perusahaan untuk memberikan donasi sejumlah nilai tertentu kepada yayasan yang dipilih.

Dari setiap kilometer yang disumbangkan tersebut, Sandiaga akan menggandakan seluruh donasi yang telah disumbangkan hingga menjadi dua kali lipat untuk kemudian disumbanglan kepada yayasan yang ditunjuk oleh donatur yang bersangkutan.

read more

Wallpaper gratis Motivarts



Wallpaper gratis Motivarts - ada yang bagi-bagi wallpaper gratis , siapa itu ??? yaitu Motivarts Motivarts adalah blog motivasi dan artikel sudah berumur 3 tahun lebih, dari blog yang share tentang tips trik komputer, ilmu jaringan, artikel unik dan sekarang terkenal dengan artikel entrepreneur dan motivasi nya .. konsisten nya hingga pernah menang kontes seo.

Untuk mendownload Wallpaper gratis ini silahkan ke link berikut dari mediafire : Free wallpaper Motivarts

read more

Carilah Peluang Di Tengah Kemalasan

Carilah Peluang Di Tengah Kemalasan  - Judul ini mungkin terdengar aneh. Tapi, percayalah, dari sifat malas, tersembunyi banyak peluang. Hal ini berawal dari beberapa waktu lalu saat saya kehabisan masa berlaku nomor kendaraan. Mau tidak mau, saya harus mengurusnya. Sebagai wajib pajak yang taat, hal itu memang sudah biasa saya lakukan. Tapi, entah kenapa kemarin saya merasa malas untuk mengurus sendirian. Barangkali, karena alasan kesibukan yang belakangan menumpuk.

Saat itu, satu hal yang lantas tercetus di benak saya. Pergi ke calo jasa pengurusan STNK. Tak sampai seminggu, surat dan nomor baru kendaraan saya sudah siap di meja. Tanpa perlu banyak urusan, tinggal bayar sejumlah uang, semua terselesaikan. Itu belum cukup. Lagi-lagi dengan alasan kesibukan, saya memanggil office boy di kantor saya. Dengan imbalan sejumlah rupiah, nomor baru saya sudah terpasang di kendaraan tanpa repot-repot memasang sendiri.

Mungkin Anda juga salah satu yang pernah melakukan hal seperti kisah saya di atas. Ya, dengan alasan kesibukan, untuk tidak menyebutnya kemalasan, kita sering membayar orang untuk melakukan sejumlah pekerjaan bagi kita. Di sinilah peluang yang menurut saya sangat besar perputaran uangnya. Misalnya, untuk satu jasa pengurusan STNK, saat itu saya dikenakan uang jasa sekitar Rp100 ribuan. Bayangkan, jika dalam sehari ada lima kendaraan saja yang antri diuruskan suratnya. Sehari, biro jasa itu akan memetik keuntungan kotor minimal Rp500 ribu. Berapa dalam sebulan?

Nah, kemalasan-kemalasan seperti inilah yang perlu Anda cermati dalam mencari peluang. Misalnya, coba lihat tumpukan baju kotor Anda saat ini. Saat merasa sangat sibuk, ke mana Anda pergi untuk mencucikan baju-baju Anda? Ke laundry bukan? Ya, para tukang cuci itu dengan senang hati akan menerima baju-baju kotor Anda. Bukankah ini peluang yang diciptakan dari kemalasan mencuci baju?

Contoh lain adalah bisnis makanan. Kalau dilihat dari sudut pandang kemalasan, bukankah orang-orang pergi ke restoran kebanyakan karena malas masak? Atau, bisa jadi mereka juga malas cuci piring dan malas berepot-repot menanak nasi. Maka, jadilah bisnis restoran dan aneka makanan berada di mana-mana. Bahkan konon, bisnis makanan adalah bisnis yang tak bakal ada habisnya.

Masih banyak contoh lain bisnis yang berawal dari kemalasan itu. Bahkan, urusan menikah yang sangat sakral pun bisa jadi dibisniskan hanya karena alasan kepraktisan. Yah, hadirnya banyak wedding planner atau wedding organizer adalah contoh betapa kemalasan mengurus aneka macam urusan pernikahan bisa jadi bisnis yang sangat menggiurkan.

Maka, cobalah tengok, apa saja yang membuat Anda malas hari ini. Bisa jadi, di sanalah tersembunyi peluang yang bisa sangat menguntungkan. Pikirkan! Jika Anda malas bangun tidur, bisa jadi itu karena kenyamanan kasur, bantal, dan guling adalah hasil kejelian pengusaha kebutuhan tidur untuk memanjakan kemalasan Anda. Jika Anda sibuk sehingga tak bisa mengantar anak ke sekolah, ada pengusaha yang jeli membuat usaha antar jemput anak. Jika Anda tak bisa langsung bertemu dengan klien, lihatlah, ada pengusaha yang jeli menggeluti usaha di bidang teknologi yang memudahkan Anda untuk bisa mengangkat telepon dan semua bisa diselesaikan via handphone.

Begitulah. Sangat banyak peluang usaha yang bisa kita geluti dengan mencermati kemalasan dan kesibukan orang. Tinggal bagaimana usaha Anda mengubahnya dengan berbagai cara dan kesungguhan, disertai kerja keras dan keuletan, maka peluang yang ada itu bisa dijadikan usaha yang menguntungkan.

read more
 

Artikel motivarts

Blog magazine

artikel unik